Berhasil menjadi bagian dari Parlemen Remaja 2018 merupakan sebuah kebanggaan tersendiri dan tentunya pengalaman yang tidak akan terlupakan. Of course, Parja adalah salah satu show time terbaik di masa remajaku ini~
Halo gaesss.. kembali lagi dengan Alvitra! Biasanya dipanggil Alvet sih sama temen-temen, aneh gitu ya, tapi gapapa. Kali ini aku mau berbagi cerita tentang pengalaman aku di event Parlemen Remaja 2018! Parlemen Remaja adalah event tahunan berskala nasional yang diselenggarakan oleh Sekretariat Jenderal dan Badan Keahlian DPR RI. Event ini bertujuan untuk memberikan edukasi tentang keparlemenan, termasuk di dalamnya ada politik dan demokrasi serta memberi kesempatan kepada siswa-siswi SMA terpilih se-Indonesia Raya untuk merasakan langsung menjadi anggota DPR itu seperti apa dengan segala kegiatannya.
Mengawali cerita, aku baru tau kalau ternyata Indonesia punya banyak sekali event nasional buat anak SMA/sederajat itu pas udah akhir kelas 2 SMA! IYA BARU TAU PAS UDAH MAU NAIK KELAS 3! Yah nyesel gitu kenapa gak dari awal SMA aku tau event-event kek gini?:''' Kembali lagi, event nasional itu buanyak banget mulai dari Belajar Bersama Maestro (BBM), Festival Inovasi Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI), FOR, Sehari Jadi Menteri yang diadakan Kementrian RI maupun swasta kayak Indonesia Initiative Leader Forum (IILF), Pengajar Jelajah Nusa (PJN), Ayo Bergerak Indonesia (ABI) serta banyak yang lainnya, termasuk Parlemen Remaja.
Waktu itu sekitar Mei 2018, aku dikasitau salah satu kakak kelasku kalau Kemendikbud ngadain event Belajar Bersama Maestro (BBM), fullyfunded lagi, kebetulan dia adalah salah satu yang lolos di bidang Seni Teater pada tahun 2015. Sedangkan aku sendiri, art basic ku lebih ke musik karena aku bisa main gitar, ukulele, dan biola serta pernah menjadi anggota Marching Band. Terus setelah aku dikasitau poster event nya, aku langsung cari tau tuh apa aja persyaratan dan cara mendaftarnya di web kemendikbud.
![]() |
| Poster Belajar Bersama Maestro 2018 |
Ternyata cara daftarnya agak rumit, tapi ya bisa lek dilakoni. Jadi aku harus
bikin esai 300 kata tentang seni dan penguatan karakter, bikin video profil
yang diupload di YouTube selama 2 menit, ngeupload CV dan segala
sertifikat/piagam yang aku punya. Aku ngelakoni segala persyaratan itu pas lagi
bulan puasa dan lagi UJIAN SEMESTER gaes! Bayangin otakku mecah antara belajar
buat ujian dan mikirin esai serta konsep video. Sampai ada suatu hari pikiran
itu membuat aku terbaring lemah tak berdaya akibat asam lambungku yang kumat:(
Gak lama sih, kayaknya 3 harian aku sakit, setelahnya aku cepet-cepet take
video dan upload ke YouTube dan nyelesain registrasi di web
bbm.kemendikbud.com. Oh iya, aku milih maestro Irwansyah Harahap di Medan
karena simple sih alasannya, aku belum pernah ke Medan. Hehe. Aku harap liburanku
bisa diabisin di Medan. Mungkin buat kalian yang mau ikut BBM tahun depan (ya
kan aku gabisa ikut lagi ya :'v) ini aku kasih link video profil aku. Mungkin
bisa membantu.
Video Belajar Bersama Maestro 2018 - Alvitra Salmalia Syaharani
Oke that's it. Setelah aku daftar, aku digabungin grup Pejuang BBM 2018 di WhatsApp dan aku jadi banyak kenal sama anak-anak se-Indonesia yang mau berjuang dan menggunakan kreatifitasnya untuk event-event nasional macam BBM ini. Selang 2 pekan dari deadline pendaftaran, akhirnya pengumuman itu tiba. Aku inget waktu itu udah H-semingguan mau lebaran dan aku benar-benar minta sama Allah buat lolosin aku, biar nanti aku liburan sekolah 2 minggu nggak cuma di rumah tapi bisa ikut event BBM ini :v
Tapi..
Video Belajar Bersama Maestro 2018 - Alvitra Salmalia Syaharani
Oke that's it. Setelah aku daftar, aku digabungin grup Pejuang BBM 2018 di WhatsApp dan aku jadi banyak kenal sama anak-anak se-Indonesia yang mau berjuang dan menggunakan kreatifitasnya untuk event-event nasional macam BBM ini. Selang 2 pekan dari deadline pendaftaran, akhirnya pengumuman itu tiba. Aku inget waktu itu udah H-semingguan mau lebaran dan aku benar-benar minta sama Allah buat lolosin aku, biar nanti aku liburan sekolah 2 minggu nggak cuma di rumah tapi bisa ikut event BBM ini :v
Tapi..
![]() |
| Quotes-nya mantep uyy |
Mungkin belum rejekinya. Aku nggak lolos. Abis sahur aku liat web dan bener-bener gak ada nama dan fotoku disana. Sedih pasti, karena aku berharap banget kan. Sampe seharian itu aku cuma tidur-tiduran di kamar sambil nonton anime Naruto. Dari 3000an pendaftar, aku gagal menjadi 1 dari 300 yang lolos BBM. So sad.
Sebelum daftar BBM, aku juga udah 2 kali daftar Pengajar Jelajah Nusa (PJN) oleh ultra.mym dan 2 kali pula aku gak lolos gaes :( Hm, terus sudah banyak kali aku ikut kompetisi menulis esai dan kebanyakan aku cuma lolos di tahap awal aja dan nggak keluar sebagai pemenang :( Terus setelah kelar BBM, aku nyoba buat daftar Indonesia Initiative Leader Forum (IILF) yang self-funded dan ternyata aku lolos tahap pertama, tapi tahap terakhir aku nggak lolos heumm :(
![]() |
| Ini pas annouce tahap 1 |
Waktu terus bergulir hingga aku sudah tenggelam dalam kesibukanku sebagai
pelajar tahun akhir SMA, ditambah sistem full day school yang baru diberlakukan
di sekolahku ngebuat aku udah gak ada minat lagi buat ikut seleksi event
nasional, bahkan aku ngebatalin timku buat ikut seleksi Festival Inovasi Kewirausahaan
Siswa Indonesia (FIKSI) karena saking aku udah gak ada passion lagi buat
berjuang di event nasional.
![]() |
| Padahal udah daftar.. :v |
Kayak gimana ya.. yaudah sih. Mungkin aku emang gak ditakdirkan buat lolos event nasional di masa SMA ku ini, pikirku. Tapi aku terus berpikir positif, mungkin Allah gak ngasih aku lolos di event nasional, mungkin Allah mau ngasih aku lolos di SNMPTN 2019 ya gak :v Aamiin..
Nah, Agustus 2018, dari grup Pejuang BBM 2018 yang telah berubah nama menjadi Pejuang Event, aku mendapat kabar tentang event bergengsi yang namanya Parlemen Remaja. Sumpah pas aku liat posternya, langsung aku delete dari HPku, nggak tertarik sama sekali, waktu itu masih H-3 mingguan deadline pendaftaran. Dan ya, aku gak ada pikiran sama sekali buat ikut seleksi Parja itu.
Hari terus berganti, tiap hari aku kadang tetep buka grup Pejuang Event, ternyata banyak yang ikut seleksi Parja, dan aku tau kalau anak-anak yang menjadi anggota grup itu semuanya kompeten dan punya skill yang bagus. Tapi tetep aja aku nggak tertarik.
Sampai akhirnya H-7 deadline Parja. Tiba-tiba pas buka instagram, nemu postingan tentang parja dan ada ig resmi parja yaitu @parlemen_remaja. Ya gak tau kenapa aku follow aja, dan ngestalk ig itu. Terus aku baca alur pendaftaran dan sistem pemilihannya. Dan gilak banget Parja ini banyak peminatnya, dan setelah kutelusuri Parja ini salah satu event yang bergengsi banget dan semua anak SMA se-Indonesia Raya pada excited banget buat bisa lolos event ini. Ditambah lagi poin terpentingnya adalah : FULLY FUNDED! Lo gak perlu ngeluarin duit sepeser pun buat ikutan Parlemen Remaja gaes!
![]() |
Poster Parlemen Remaja 2018
|
Jadi sistem pemilihan Parja tahun ini sama kayak kalo milih anggota DPR, lewat seleksi Daerah Pemilihan (Dapil) gitu dan aku masuk di Dapil Jawa Timur 3. Berbeda dari Parja tahun-tahun sebelumnya dimana sistem seleksi berdasarkan perwakilan 1 provinsi 1 orang dan untuk beberapa provinsi dengan penduduk lebih banyak seperti di Jawa di beri kursi 4 perwakilan. Dengan adanya sistem dapil ini, I think persebarannya jauh lebih rata, mencangkup lebih banyak, dan emang sesuai dengan prosedur anggota DPR sebagai mana mestinya. Syaratnya cukup mudah sih, cuma nulis esai 5 halaman dan upload CV organisasi, prestasi akademik dan non-akademik.
Melihat persyaratan yang aku pikir aku bisa menyelesaikannya, jadilah di H-5 baru aku garap esainya. Kalian bisa baca esaiku yang judulnya "Sweet 17 KTP" di postingan blog sebelum ini. Dan esai ini, benar-benar terinspirasi dari kehidupan SMA-ku dimana aku sering denger temen-temen ku yang udah 17 terlambat untuk mendapatkan KTP. Yang bahkan buat dapetin KTP cepet harus lewat calo :( Meskipun diri ini saat bikin esai belum 17 tahun wkwk. Hal pertama yang aku lakuin adalah hunting bahan mulai dari apa itu KTP, prosesnya, berita-berita, dan masalah pembuatan KTP di daerahku sendiri.
Selama mengejar deadline, yang aku ga tau kenapa, seketika jadi on fire nulis esai. Tiap bangun tidur, abis makan, abis sholat, pas jalan pulang ke kosan, di bus, bahkan saat guru menjelaskan di depan pun, jariku terus bergerak di permukaan layar gawai untuk menuliskan esai. Gue bener-bener mendedikasikan perjuangan gue buat Parja, karena gue pikir "okay, Parja adalah event terakhir gue sebelum lulus". Gak peduli bakalan lolos atau nggak. Dan esai itu baru selesai di H-1 deadline. Terus malam sebelum hari H nya ku edit untuk penulisan-penulisan dan daftar pustakanya dibantu oleh pembina KIR sekolahku, Bu Reta. Terus juga sebenernya menulis esai di tengah kesibukan sekolah dan saat itu aku menjadi panitia seleksi salah satu lomba pada Pekan Olahraga dan Seni (POS) di sekolah itu nggak mudah gaes, ada hari dimana aku sangat pusing memikirkan semuanya dan rasanya ingin nyerah aja. Tapi ke-on-fire-an itu muncul lagi keesokannya :v
Ya udah deh, pas hari H deadline, 19 Agustus 2018, jam 9 pagi, aku mengumpulkan esai beserta data diri dan dokumen-dokumen yang diminta. Sengaja ngejar daftar pagi karena kalau malem takutnya webnya down gitu karena trafficnya pasti jadi rame banget. Dan oh iya, selain esai, poin penting yang harus kalian punya buat daftar Parja adalah pengalaman organisasi dan prestasi akademik maupun non-akademik ya! Bahkan ada kolom penilaian juga seberapa banyak kegiatan seminar atau sosialisasi yang kamu ikuti, yang kamu adakan, atau lebih bagus lagi kamu bisa menjadi narasumber, moderator, atau MC pada acara tersebut. It's big poin!
Fyi, di luar kegiatan sekolah, aku juga aktif di forum Generasi Berencana sebagai Pendidik Sebaya sekaligus Duta GenRe, organisasi relawan Bangun Bangsa Indonesia chapter Jatim, sama Yayasan Peduli Pemuda (Youthcare). Selain itu juga, karena aku bagian dari Duta Wisata jadi aku sedikit banyak sering menjadi MC/moderator dan pembicara/narasumber di beberapa kegiatan. Terus juga beberapa prestasi selama aku sekolah baik akademik dan dan non-akademik yang sebenernya aku pikir itu belum cukup, tapi yang penting 'ada' lah ya. :V
Dan ku sadari ternyata pengalaman seperti itu sangat memengaruhi penilaian di event Parlemen Remaja ini. Dengan penilaian 70% esai dan 30% CV, namaku bisa bertengger mewakili Dapil Jawa Timur 3 sebagai Duta Parlemen Remaja DPR RI 2018 :) Aku, berhasil menjadi bagian dari 124 Parlemen Remaja terpilih dari 3200an pendaftar.
![]() |
| Jeng Jeng Jeng..... |
![]() |
| A.052 |
![]() |
| Alhamdulillah |
Gewlaaa.. Ucapan syukur yang tiada tara selalu kuhaturkan hingga kini. Inget
banget, pengumuman Parja itu 27 Agustus 2018 pukul 18:00 WIB hari itu aku kan
panitia seleksi Duta Smasa, seharusnya aku yang ngumumin 10 besar Duta Smasa di
instagram, eh aku malah kelupaan gara-gara nungguin pengumuman Parja ini sampai
di chat para kontestan Duta Smasa wkwk XD Terus juga, yang bukain pengumuman
ini tuh anak kosan, karena aku sebenernya belum siap menghadapi kenyataan kalo
misalnya (lagi-lagi) namaku nggak ada di list peserta yang lolos :( But,
ternyata namaku ada Alhamdulillah, dan aku langsung nangis guling-guling sambil
nanyain ke anak kosan "eh ini beneran Alvitra lolos ya?!"
berkali-kali. Alhamdulillah Alhamdulillah Alhamdulillah...
Malam itu, aku tidur dengan perasaan lega, dan syukur yang tiada tara. Tidak lupa aku juga ngabarin papa dan mama tentang kelolosanku ini, dan respon mereka adalah : "Kapan seleksinya? Kok mama papa gak tau". Surprise ma, pa :v Ya jadi, aku tuh kalo ikut lomba atau seleksi gapernah bilang-bilang, pernah deh pas lomba apa ya, Karya Tulis, dapet Juara 1, terus pulang-pulang bawa piala malah ditanyain itu pialanya siapa dapet darimana :'v Hikzz padahal itu aku yang dapetin ~
Ya.. dan begitulah, aku menyadari bahwa apapun yang kita lakukan, yang kita perjuangkan sekeras mungkin, nggak akan pernah sia-sia. Seberapa banyak kamu gagal, maka sebanyak itulah kamu harus bangkit dan berusaha lebih keras lagi. In Sha Allah setiap apa yang kita lakukan, pasti ada hadiah dan kejutan tersendiri yang sudah Allah siapkan buat kita. Selama itu baik, maka lakukanlah. Jangan pernah ragu dengan jalanmu sendiri, karena nggak semua orang bisa mengerti kamu dan kamu pun tidak selalu bisa mengerti orang lain.
Buat yang masih kelas 10 dan kelas 11, mulailah untuk ambis mengejar event-event nasional, entah itu akademik maupun non-akademik, sesuaikan dengan passion mu. Jangan batasi dirimu untuk mengejar ranking kelas atau juara pararel di sekolah saja, malu kan cuma jadi juara kandang. Buat yang udah kelas 12, maupun jenjang selanjutnya, justru lebih buanyak lagi kesempatan yang terbuka untuk berprestasi di kancah Nasional bahkan Internasional. Asalkan bisa percaya pada diri sendiri, pasti bisa! Meskipun, tidak semua yang kita lakukan akan dihargai, atau mendapatkan hasil yang diharapkan. Kembali lagi, semua sudah Allah atur spesial kita :) Yuk, tersenyum hari ini dan terus berjuang meraih mimpi!
Malam itu, aku tidur dengan perasaan lega, dan syukur yang tiada tara. Tidak lupa aku juga ngabarin papa dan mama tentang kelolosanku ini, dan respon mereka adalah : "Kapan seleksinya? Kok mama papa gak tau". Surprise ma, pa :v Ya jadi, aku tuh kalo ikut lomba atau seleksi gapernah bilang-bilang, pernah deh pas lomba apa ya, Karya Tulis, dapet Juara 1, terus pulang-pulang bawa piala malah ditanyain itu pialanya siapa dapet darimana :'v Hikzz padahal itu aku yang dapetin ~
Ya.. dan begitulah, aku menyadari bahwa apapun yang kita lakukan, yang kita perjuangkan sekeras mungkin, nggak akan pernah sia-sia. Seberapa banyak kamu gagal, maka sebanyak itulah kamu harus bangkit dan berusaha lebih keras lagi. In Sha Allah setiap apa yang kita lakukan, pasti ada hadiah dan kejutan tersendiri yang sudah Allah siapkan buat kita. Selama itu baik, maka lakukanlah. Jangan pernah ragu dengan jalanmu sendiri, karena nggak semua orang bisa mengerti kamu dan kamu pun tidak selalu bisa mengerti orang lain.
Buat yang masih kelas 10 dan kelas 11, mulailah untuk ambis mengejar event-event nasional, entah itu akademik maupun non-akademik, sesuaikan dengan passion mu. Jangan batasi dirimu untuk mengejar ranking kelas atau juara pararel di sekolah saja, malu kan cuma jadi juara kandang. Buat yang udah kelas 12, maupun jenjang selanjutnya, justru lebih buanyak lagi kesempatan yang terbuka untuk berprestasi di kancah Nasional bahkan Internasional. Asalkan bisa percaya pada diri sendiri, pasti bisa! Meskipun, tidak semua yang kita lakukan akan dihargai, atau mendapatkan hasil yang diharapkan. Kembali lagi, semua sudah Allah atur spesial kita :) Yuk, tersenyum hari ini dan terus berjuang meraih mimpi!
Terima kasih sudah membaca!









Wah, Mbak Alvet! Kamu keren banget! Semangat untuk terus berbuat baik dan berprestasi, ya! :)
BalasHapusAh lagi-lagi dirimu :v udah ah fix sebenernya kerenan mas Wahid wkakak.. Ayo semangat kejar PTN terus kejar doi XD
HapusWih wih wihhhh mantapppp. Cerita kamu ini mengingatkanku saat pengumuman parja juga berasa deg" gan wkwk. Emang yah yang kita usahakan sungguh" pasti akan berbuah manis hehey. Untuk kedepannya semoga apa yang di semoga kan tersemogakan hahahaha :v
BalasHapusYessss... Aamiin aamiin, siap Pak Pilot!!!
HapusKueren.. iso makili jatim..adhemayem lan tentrem
BalasHapus