Senin, 20 Januari 2020

Aku, SBMPTN, dan FK


Aku, SBMPTN, dan FK

Halo, semuanya! Terhitung satu tahunan aku gak update di blog ini huhu.. Ya maklum lah ya gais mohon maaf satu tahun kemarin 6 bulan pertamaku disibukkan dengan ujian ujian ujian dan hectic nya nyari tempat kuliahan lalu 6 bulan selanjutnya aku sedang beradaptasi pada fase transisi kehidupan dari siswa menjadi mahasiswa. Sebenarnya gak bisa dijadiin alasan juga sih atau gampangnya aku males nulis aja #astagaaku #mohonmaaf

Pada postingan terakhirku, November 2018, aku menceritakan Part 1 pengalamanku saat event Parlemen Remaja 2018 dan artinya aku punya hutang postingan part 2 nya ya gais :’ namun sayang seribu sayang, sungguh sayang padahal aku sudah sempat menulisnya setengah rampung, ketika sekarang berniat untuk mempostingnya ternyata draft cerita ituu… AKU LUPA NYIMPEN DIMANA HUWAAA SEDI BANGATT.. Pengin nulis ulang tapi tentunya akan butuh waktu cukup lama untuk mengingat setiap potongan cerita yang terjadi karena eventnya udah satu tahun lebih yang lalu. Tapi gapapa, aku tetep akan berusaha cari lalu segera memposting untuk kalian~ kalo nemu wqwq

Oke, balik lagi, nggak kerasa sekarang udah akhir Januari 2020 dan aku sudah memasuki semester kedua sebagai mahasiswa. Gak nyangka. Padahal tahun lalu aku masih pakai seragam putih abu dan masih suka nggak masuk sekolah entah karena dispen atau ya males aja. Beberapa bulan terakhir banyak banget DM yang masuk di instagram dan channel YouTube-ku bertanya seputar alur seleksi masuk Perguruan Tinggi, bimbel, nilai raport, dan kehidupan mahasiswa baru. Iya juga ya udah masuk semester genap, pikirku. So, melalui postingan ini aku mau sedikit bercerita sekaligus jawabin pertanyaan-pertanyaan yang sudah aku rangkum ya!

Kita mulai dari pertanyaan yang pertama…

Kak, dulu ikut SNMPTN gak? Pilihannya apa aja, nilai raportnya berapa, lolos atau nggak?

Sejak aku di tahun pertama SMA, jalur SNMPTN atau biasa disebut jalur undangan selalu jadi jalur seleksi masuk PTN yang dielu-elukan. Siapa sih yang gak mau masuk lewat undangan? Gak pake ujian, tinggal input nilai, nunggu pengumuman, udah deh. Abis pengumuman tinggal daftar ulang dan jadi pengangguran 4 bulan sampai kehidupan maba dimulai. Enak sih, ngarep pasti lah ya, tapi kita juga harus sadar bahwa nggak semua orang memiliki keberuntungan untuk lolos di jalur ini. Dan pentingnya lagi, bahkan gak semua siswa bisa mendaftar lewat jalur ini. Daftar aja belum tentu, apalagi lolos.
Jadi, SNMPTN ini alur seleksinya cukup lama, dimulai sekitar Januari sampai pengumuman final di akhir Maret. Diawali dengan seleksi pemeringkatan 40%. Semua siswa meng-input nilai raport per mapel dari semester 1 sampai semester 5 ke laman LTMPT beserta data diri. Dari seleksi tahap awal ini, akan terpilih 40% dari jumlah siswa satu angkatan di sekolah yang dapat mendaftar SNMPTN berdasarkan ranking nilai-nilai tersebut. Buat yang ranking pararelnya masih terhitung di atas 50-an mungkin masih aman lah ya buat seleksi awal ini. Aku juga lolos 40% ini jadi aku lanjut deh.
Aku daftar SNMPTN. Jujur pas masa-masa ini aku bahkan masih bingung apa yang sebenarnya aku tuju dan mau jadi apa aku kelak. Sempet fix sih mau pilih FKM UI karena ngerasa ada passion gitu di dunia kesehatan, tapi gamau jadi dokter (awalnya, lalu sekarang aku tertawa wkwk). Sempet juga keikut temen mau pilih FEMA IPB, tapi akhirnya aku urungkan karena ngerasa kurang sreg. Beberapa hari pendaftaran berlalu, aku masih coba mengingat tentang apa yang pernah aku cita-citakan saat masih kelas 10. Terus aku nemuin selembar kertas yang aku kumpulkan ke guru BK ku dulu, disana aku nulis kalau aku ingin jadi dokter karena orang tua-ku ingin salah satu anaknya (setidaknya) ada yang jadi dokter wkwk jujur banget diriku saat itu. Sampai akhirnya, aku memutuskan untuk bicara dengan orangtua ku aja daripada aku bingung harus milih apa wkwk. Hasilnya aku tetep direkomendasiin ke kedokteran tapi terserah di univ mana karena ini SNMPTN jadi disuruh nyari peluang sendiri.
Lalu dimulailah pencaharian jejak kakak kelasku yang masuk di FK. Sebenarnya dari awal mutusin mau masuk FK, aku udah langsung kepikiran FK UNEJ. Selain karena dekat dengan kabupaten asalku, akreditasinya udah A (prodi dan univnya), kakelku juga rutin tiap tahun ada yang masuk di sana. Apalagi satu tahun kakel di atasku ada yang lolos lewat undangan meskipun… hanya satu.
Dan aku ingin jadi satu orang itu di tahun ini, pikirku tahun lalu.
Tapi bodohnya anak kelas 12 yang mau daftar SNMPTN adalah : terlalu mempertimbangkan dan ngedengerin omongan temen. Ya pastinya aku tanya-tanya gitu kan, lo mau masuk apa lo mau masuk apa. Dan temen-temen ku tuh yang sejak kongenital ngambis masuk FK pada jawab mau masuk FK UNEJ dong, ditambah rekap nilai mereka (sepertinya) lebih tinggi daripada aku yang cuma 90,sekian ini. Ya akhirnya aku cari-cari lagi jejak FK kakak kelasku di arsip guru BK. Lalu aku nemuin FK UNS di Surakarta dan temenku pada gak milih ini, meskipun kakak kelas di atasku terpaut jarak tahun yang cukup jauh ketika ia masuk FK UNS. (Dan di hari-hari mendekati pengumuman aku baru tau kalau ternyata teman-temanku pada gajadi milih FK UNEJ gara-gara saling mikirin omongan satu sama lain :” Padahal kesempatan besar)
Yaudah, akhirnya aku daftar SNMPTN dengan pilihan pertama FK UNS dan pilihan kedua FKG UNEJ (yang kedua ngaco sih). Wes bismillah. Sekitar satu bulan setengah nungguin pengumuman SNMPTN, rasanya waktu lamaaaaaaa banget. Tiap kali belajar persiapan UTBK, terus udah suntuk gitu mesti mikir “Ya Allah sungguh nikmat jika Engkau beri hamba kesempatan lolos SNMPTN” hahaha. Rasanya kalau dapet undangan kejenuhan kelas 12 ini akan terselesaikan.
Tapi nyatanya nggak segampang itu.
<aku gak lolos gais>
            Rasanya gak lolos undangan tuh.. nyesek sih. Dan aku langsung demam di hari itu, ambyar lur wkwk. Hari-hari selanjutnya udah deket UN dan aku skip gak masuk sekolah sampai hari UN tiba. Karena rasanya akan berbeda ketika harus ketemu temen-temen yang udah dapet PTN setelah kamu ditolak. Percaya deh. Emang sampe gitu.

Lanjuutttt….

Pas SMA ikut bimbel apa aja khususnya buat persiapan UTBK?

            Pas SMA aku bukan tipe siswa yang ngejar nilai atau peringkat sih, jadi tahun-tahun pertama kedua masih belajar sendiri kalau mau ujian aja. Terus karena kesibukan non-akademik di semester ganjil tahun kedua, nilaiku sempat turun hingga akhirnya mulai pakai bimbel daring Zenius di semester selanjutnya sampai tahun ketiga. Lalu kelas 12, ikut bimbel latihan soal rutin dari Cerebrum / Cereout gitu sama TO TO gratis tiap malming yang ada di Instagram atau OA LINE. Dan karena nggak lolos SNMPTN, aku jadi mematangkan persiapan UTBK dengan ikut bimbingan belajar tatap muka intensif gituuu selama 40 hari setelah UTBK pertama sampai UTBK kedua.
            Namun dari semua itu, pemahaman materi tetep kebanyakan justru didapat dari hasil belajar sendiri (kalo aku). Buat buku tahun lalu aku pakai buku wangsit, menurutku cukup worth it karena jelas tapi gampang dipahami dan diinget terus juga latihan soalnya banyak dari tahun ke tahun :D

Ok nexttt….

Cara belajar sebelum UTBK gimana?

            Santuy tapi rutin. Biasanya timing aku semangat belajar dari sebelum subuh (jam 3 pagi) sampai jam 6an terus lanjut belajar lagi biasanya sore setelah ashar sampai sebelum maghrib. Selebihnya aku santuy. Asal belajarnya tiap hari aja, meski sebentar. Aku juga belajar dari mengerjakan soal terlebih dahulu, lalu dikoreksi, kalau salah atau nggak paham baru baca materi lagi. Bukankah akan lebih membekas jika kita belajar dari kesalahan? J

Lanjut nih!

Gimana sih ngitung nilai UTBK buat daftar SBMPTN?

            Suerrr aku gatau kalo ini karena tahunku tahun pertama pake UTBK. Kalo tahun ini kan udah banyak yang memfasilitasi persebaran nilai UTBK di PTN tahun lalu, mungkin bisa membantu. Terus juga setauku tahun lalu itu pakai sistem pembobotan gitu di tiap mapelnya. Jadi misal mau masuk FK, nilai mapel UTBK dengan bobot tertinggi ada di Biologi dan Kimia. Begitupun di prodi-prodi lain. #cmiiw

Selanjutnya…

Udah punya plan lain gak selain SNM SBM?

            Mau gak mau sih ya.. karena masa-masa itu adalah masa dimana mau tidur terlintas pikiran “gimana kalo gaada PTN yang nerima aku?” atau “bisa gak ya aku kuliah tahun ini?” :’D Jadi yang namanya rencana cadangan pasti terpikirkan. Aku pribadi selain SNM SBM juga mencoba kesempatan di PMDK (jalur undangan D4 Politeknik) dan lolos program studi Rekam Medik meski pada akhirnya gak aku lanjutkan. Selain itu juga sempet coba apply beasiswa LN dan juga lolos di salah satu program undergraduate Public Health di Malaysia, tapi itu juga gak aku lanjutkan. Kenapa ya.. Ya rasanya gak sreg aja. Egois sih emang keliatannya. Padahal kesempatan yang tidak aku ambil bisa saja menjadi kesempatan orang lain yang lebih membutuhkan, gitu kan? Tapi di masa-masa seperti itu, rasanya semua kesempatan harus selalu dicoba sampai kita menemukan titik henti yang memang dirasa untuk kita. Beberapa kali emang ngerasa bersalah gitu, tapi lama-lama juga belajar memahami bahwa sebelum mencoba sekalipun tetap harus dipikirkan matang-matang kemungkinan selanjutnya :D

Di FK itu kuliah nya gimana? Susah gak?

            Naaaahhhh, setelah melalui proses UTBK yang kurang lebih 1,5 bulan dari April sampai Mei (mana ujian pas bulan Ramadhan), lalu dilanjutkan dengan pendaftaran dan proses seleksi SBMPTN dari Juni sampai Juli. Akhirnya pengumuman itu datang. Percaya gak percaya sih ketika dinyatakan lolos di program studi Pendidikan Dokter Universitas Jember. Karena yang namanya masuk FK dimana-mana susaahhh, yang mau masuk banyakkkk, yang diterima dikiit. Apalagi target awalku rerata 700 buat aman masuk FK, tapi ternyata skor maksimalku cuma 657 saja :’D Ya Alhamdulillah, dan dengan begitu kehidupanku sebagai seorang mahasiswa kedokteran dimulaiii… jeng jeng jeng
            Kalo ditanya susah apa nggak, awal-awal kuliah beberapa bulan lalu sih ngerasa susah. Sebab yang aku dapatkan kalau biasanya maba di semester 1 itu cuma 18 SKS, maka aku semester 1 kemarin udah 23 SKS dari maksimal 24 SKS di tiap semesternya. Selain itu, kuliah di FK nggak pakai sistem per semester seperti fakultas lainnya tapi pakai sistem blok. Sistem blok ini bertujuan untuk memudahkan belajar ilmu kedokteran karena di tiap bloknya bisa belajar satu topik yang selaras tapi menyeluruh(?) ya gitulah.. Satu semester terdiri dari 3 blok, jadi kira-kira tiap dua bulan sekali aku merasakan ujian blok :’D Kira-kira gini rencana studi yang harus dilalui sampai mendapat gelar dokter :
TAHAP
SEMESTER
NAMA BLOK
SKS
SARJANA
148 SKS
1
Humaniora dan Masalah Kesehatan
6
Daur Hidup
6
Sel dan Molekul
6
Pendidikan Agama
2
Traklindas : Komunikasi
3
2
Kepala dan Leher
6
Thorax
6
Abdomen
6
Bahasa Indonesia
2
Traklindas : Pemeriksaan Fisik Dasar & BLS
3
3
Respirasi
6
Kardiovaskular
6
Endokrin, Metabolisme, & Nutrisi
6
Metodologi Penelitian
2
Traklindas : Thorax dan Coli
3
4
Pencernaan
6
Nefrourologi
6
Reproduksi
6
Pendidikan Pancasila
2
Traklindas : Abdomen & Urogenitalia
3
5
Neurobehaviour
6
Agromedis dan Penyakit Tropis
6
Neurosensoris
6
Pendidikan Kewarganegaraan
2
Traklindas : Indera Khusus dan Saraf
3
6
Lokomotor
6
Onkologi & Hematologi
6
Gawat Darurat & Trauma
6
KTI (Proposal)
2
Traklindas : Muskuloskeletal & Emergency
3
7
*Blok Kedokteran Olahraga
2
*Blok Kedokteran Estetika
2
*Blok Transfusi Medis
2
*Blok Diagnostik Molekuler
2
Kuliah Kerja
3
Skripsi
5
PROFESI
40 SKS
8 - 9
Ilmu Penyakit Dalam
7
Ilmu Kesehatan Anak
5
Ilmu Bedah
6
Obstetri & Ginekologi
5
Ilmu Penyakit Kulit & Kelamin
2
Psikiatri
2
Ilmu Penyakit Saraf
2
Ilmu Kesehatan Mata
2
Ilmu Penyakit THT
2
Ilmu Kedokteran Forensik
2
Radiologi
1
Anestesi
1
IKM & Kedokteran Komunitas
3

            Selain itu juga, ada beberapa macam perkuliahan yang harus dijalani tiap harinya yaitu ada kuliah TM (Tatap Muka), tutorial, praktikum, dan OSCE / Traklindas / KKD (Keterampilan Klinik Dasar). Kuliah TM tuh kuliah yang kelas besar bareng-bareng seangkatan dimana dosen menjelaskan materi dengan bantuan slide ppt (dan ppt ini sangat keramat gais, karena semakin kecil dan terlihat gak penting tulisan suatu materi di ppt dosen maka justru materi tersebut yang akan keluar di ujian blok :v).
Lalu ada tutorial yaitu satu angkatan tadi akan dibagi menjadi kelompok-kelompok berisi 10-12 orang dan di setiap blok per kelompok tutorial ini akan mendapat satu dosen pendamping tutorial. Tutorial ini tuh tiap pekan akan ada skenario berisi kasus yang mana dari kasus tersebut terdapat Learning Objective yang akan dibahas dan dijelaskan sendiri oleh masing-masing anggota tutorial sehingga kita dapat memahami dari pengetahuan hasil belajar satu sama lain. Terus dokternya ngapain? Dokter pendampingnya akan mengoreksi jika misalnya penjelasan yang diberikan mahasiswa ada yang kurang tepat atau mahasiswa kesulitan dalam memahami suatu LO dan yang terpenting tutorial ini bakalan dinilai gais sama dokternya dilihat dari sejauh mana kita udah paham materi terakait kasus tersebut, cara berbicara, attitude dan lainnya.
Lanjut ada kuliah praktikum! Kalau ini seperti praktikum biasanya, disesuaikan dengan jenis ilmu kedokteran yang sedang dipelajari. Jadi di FK nama Laboratoriumnya banyak gais, ada Histologi, Fisiologi, Anatomi, Parasitologi, Mikrobiologi, Farmakologi, Patologi Klinik, Patologi Anatomi dll. Satu kelas praktikum biasanya terdiri atas 3-4 kelompok tutorial.
Dan dari itu semua, kuliah yang terpenting ada di OSCE / Traklindas / KKD (Keterampilan Klinik Dasar). Pada kuliah ini, kita ada gedung sendiri yang mana dibagi beberapa ruangan stase dan ruangannya dikondisikan seperti praktik dokter. Tentu saja pada Traklindas ini, kita diajari dan diposisikan sebagai seorang dokter. Kami diajari mulai dari anamnesis, masang infus, menyuntik, pemeriksaan tanda vital, BLS, proses persalinan dan lainnya. Asik gais.
Nah dengan beban studi dan segala jenis perkuliahan yang dilalui, bisa dibilang kuliah di FK cukup padat apalagi di FK ku ini kuliah dari Senin sampai Kamis. Jumatnya diisi dengan kegiatan mahasiswa dan mata kuliah umum. Jadi bisa-bisa kalau lagi penuh sehari bisa kuliah dari jam 5 pagi sampai jam 6 sore :D sungguh nikmat Tuhan~ Tapi lama-lama semua akan terbiasa dan terasa mudah, karena kuliah di FK nggak sendirian. Akan ada teman sejawat, kakak tingkat, dan orang sekitar yang membuatnya menjadi lebih indah~

Next!!!!

Kak, FK UNEJ tuh gimana, + - dong

            Hmm apa yaa.. kalau minusnya mungkin karena FK UNEJ ini ada di Jember, sebuah kota ujung timur pulau Jawa dan nggak terlalu besar, jadi masih banyak orang yang menganggap remeh dan beberapa hal yang mungkin nggak bisa ditemui di sini apalagi kalau mahasiswa dari kota besar yang akhirnya kuliah di UNEJ mungkin bakal merasa ada beberapa hal yang sulit untuk didapatkan di sini wkwk..
            Kalau plusnya, di sini tuh murah, kosan murah makan murah transport murah nonton bioskop murah :D asal jangan hedon aja wkwk.. Transportasi umum di sini juga cukup nyaman dan mudah diakses untuk berpergian di dalam maupun luar kota. Lingkungannya juga ramah untuk mahasiswa. Untuk biaya kuliah, selain masuk jalur mandiri, semua sudah tercover pada pembayaran UKT di tiap semesternya.

Nyesel gak kak masuk FK?

            Nggak dong, karena setiap kali merasa bosan / jenuh / lelah, ingatlah bahwa sudah berjuang buat berada di posisi ini. Ingat dulu belajar UTBK, ingat malam-malam resah tanpa kepastian XD Ingat juga berapa banyak calon mahasiswa yang ditolak, yang menangis, karena namamu lolos berada di posisi ini. Ingat orang tua. Ingat banyak orang yang butuh bantuanmu kelak. Pokoknya selalu ingat, bahwa posisi ini ada bukan hanya untuk mimpi kita saja, tapi juga orang lain. Kalau kata kating sih, jalanin aja ntar juga kelar.. J

Anak FK masih bisa main gak?

            Masih! Antara main dan belajar ada waktunya kok. Karena di FK pakai sistem blok, yang tiap blok itu selama 7 minggu. Jadi minggu 1-5 intensif kuliah, minggu 6 ujian, minggu 7 remed. Begitu seterusnya. Biasanya di minggu 1-3 masih bisa nongki, ngafe, haha hihi kok dan jika beruntung nggak remed di minggu 7 bisa holiday atau pulang ke rumahhh :D

Tips dong kak, buat bisa keterima di PTN

            Santuy but sure. Dibawa santai, enjoy, tapi istiqomah. Belajar selalu, ikhlas, berdoa yang banyak, dan minta restu orang tua :D Kalau capek, istirahat sebentar. Jangan langsung minta nikah.

Apa aja yang perlu disiapin sama maba FK?

            Nah buat yang udah keterima atau soon medstud wanna be nih, yang perlu dipersiapkan untuk menjalani hidup di kedokteran adalah : tujuan dan alasan bertahan, mental yang kuat, niat yang tulus, attitude, attitude, attitude, knowledge, dan jugaa… duit. Kalau untuk buku dan semacamnya nanti seiring berjalannya waktu kalian akan mengerti dan gak harus beli kok.


Sejauh ketika aku menuliskan ini, segitu dulu pertanyaan yang masuk dan aku rangkum yang terpenting :D Semoga bisa menjawab dan membantu adik-adik sekalian yang akan melalui fase peralihan menjadi mahasiswa! Aku senang ada banyak yang bertanya tentang ini ke aku sekaligus cukup mikir ya jawabnya, karena sampai aku berada saat ini aku masih belum apa-apa haha. Semangat selalu ya. Jadikan fase ini bukan hanya masa-masa yang dipusingkan dengan ujian dan ketidakpastian, tetapi juga jadikan fase ini sebagai masa-masa belajar untuk jadi lebih dewasa :D